Connect with us

Kliping Publikasi

10 Momen Kebersamaan Prabowo Subianto Bersama Anggota Serikat Pekerja

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir menjadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan “Akhiri Kerakusan Korporasi Menuju Negara Sejahtera” yang diadakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Gedung Joang 45, Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Pada kesempatan itu Prabowo menegaskan bahwa masih banyak rakyat belum mempunyai pekerjaan yang baik dan layak. Masih banyak rakyat Indonesia yang belum memiliki pekerjaan yang layak.

BACA JUGA : Pemerintah Diminta Tidak Prioritaskan Pekerja Asing, Ini Alasannya Menurut Prabowo Subianto

“Kalau rakyat kita tidak mampu, kewajiban kita pemimpin negara Indonesia untuk membuat rakyat kita mampu. Kalau rakyat tidak pintar kewajiban pemimpin negara ini untuk membuat rakyat pintar,” ujarnya.

Prabowo dielu-elukan oleh peserta seminar yang mayoritas adalah anggota serikat pekerja. Usai menjadi pembacara, para peserta juga berebut bersalaman dan berfoto bersama Calon Presiden yang sudah dideklarasikan oleh Partai Gerindra itu.

Berikut ini adalah 10 momen Prabowo dalam kebersamaanya dengan anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan peserta seminar, ini dia :

Momen 1 : Dikerubuti para peserta seminar untuk bersalaman.

Momen 2 : Diajak berfoto bersama para peserta seminar

Momen 3 : Sampaikan salam kepada para peserta seminar

Momen 4 : Para peserta menyambut salam Prabowo

Momen 5 : Menjadi pembicara dalam kegiatan seminar

Momen 6 : Menyampaikan materi presentasi seminar

Momen 7 : Para peserta seminar berdiri menyambut Prabowo

Momen 8 : Berfoto bersama para petinggi serikat pekerja

Momen 9 : Sampaikan tos dan salam kepada para pengurus

Momen 10 : Menujukkan buku asing kepada para peserta seminar

SUMBER : Indonesiaraya.co.id

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kliping Publikasi

Begini Respon Prabowo, Setelah Serikat Pekerja Memberikan Dukungan Capres

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di tengah-tengah para aktivis buruh.

Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan rerima kasih kepada Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia KSPI atas dukungan yang diberikan.

“Saya percaya apa yang kita perjuangkan adalah untuk Indonesia yang bisa memberikan kesejahteraan untuk rakyatnya,” kata Prabowo Subianto di Jakarta, Minggu (29/4/2018).

BACA JUGA : Serikat Pekerja Dukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden RI 2019

Melalui akun pribadi facebook @PrabowoSubianto, dia mengatakan bahwa dirinya sudah katakan sejak 14 tahun lalu, jika sistem ekonomi yang seperti sekarang terus dijalankan, tidak akan membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Dukungan KSPI akan dideklarasikan di Istora Senayan pada tanggal 1 Mei 2018, dihadiri puluhan ribu buruh

Menurut Prabowo, tidak mungkin ada kesejahteraan jika 1% penduduk menguasai 49% kekayaan Indonesia. Kita harus paham filosofi kita yaitu Pancasila, mereka yang hanya menuntut persatuan tanpa memikirkan keadilan sosial tentu juga tidak akan bisa membawa kesejahteraan.

“Apa perjuangan politik kita, perjuangan politik kita adalah menegakkan Undang-Undang Dasar 1945. Apa perjuangan ekonomi kita, perjuangan ekonomi kita ada di Pasal 33 UUD 1945,” kata Prabowo.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) memutuskan secara bulat dan aklamasi untuk mendukung Prabowo Subianto pada pemilu presiden tahun 2019.

“Sejauh ini hanya Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk menjalan tuntutan buruh dan rakyat. Karena itu, buruh KSPI secara bulat akan memberikan dukungan kepada beliau menjadi Presiden perideo tahun 2019-2024,” kata Presiden KSPI Said Iqbal.

Lebih lanjut dijelaskan keputusan ini diambil setelah perwakilan pimpinan federasi serikat pekerja afiliasi KSPI dan peserta Rakernas menyampaikan pandangannya tentang sosok calon presiden yang akan didukung oleh KSPI pada tahun 2019 nanti.

Dukungan KSPI akan dideklarasikan di Istora Senayan pada tanggal 1 Mei 2018, dihadiri puluhan ribu buruh. (bud)

SUMBER : Indonesiaraya.co.id

Continue Reading

Kliping Publikasi

KSPI Dukung Prabowo Subianto Sebagai Calon Presiden RI 2019

Published

on

Prabowo Subianto bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan para petinggi KSPI.

Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) memutuskan secara bulat dan aklamasi untuk mendukung Prabowo Subianto pada pemilu presiden tahun 2019.

“Sejauh ini hanya Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk menjalan tuntutan buruh dan rakyat. Karena itu, buruh KSPI secara bulat akan memberikan dukungan kepada beliau menjadi Presiden perideo tahun 2019-2024,” kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (29/4/2018).

BACA JUGA : 10 Momen Kebersamaan Prabowo Subianto Bersama Anggota Serikat Pekerja

Lebih lanjut dijelaskan keputusan ini diambil setelah perwakilan pimpinan federasi serikat pekerja afiliasi KSPI dan peserta Rakernas menyampaikan pandangannya tentang sosok calon presiden yang akan didukung oleh KSPI pada tahun 2019 nanti.

Dukungan KSPI akan dideklarasikan di Istora Senayan pada tanggal 1 Mei 2018, dihadiri puluhan ribu buruh.

Salah satu pertimbangan KSPI memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto, karena ia memiliki komitmen untuk menjalankan 10 tuntutan buruh dan rakyat (Sepultura) yang diajukan oleh KSPI dalam bentuk kontrak politik.

Dukungan tersebut, lanjut Iqbal, akan dideklarasikan di Istora Senayan pada tanggal 1 Mei 2018 yang dihadiri puluhan ribu buruh.

Selain itu, KSPI juga merekomendasikan kepada partai politik untuk menjadikan Rizal Ramli sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk Prabowo Subianto. Rizal Ramli dinilai sebagai sosok yang tepat untuk mendampingi Prabowo, karena ia dianggap sebagai sosok yang memahami dan bisa mencarikan solusi atas persoalan ekonomi.

Di sela-sela Rakernas, terutama ketika membahas berbagai regulasi terkait ketenagakerjaan yang dianggap tidak berpihak kepada kaum buruh, seruan `ganti presiden` beberapa kali terdengar.

Inilah yang juga menjadi alasan bagi KSPI untuk tidak memberikan dukungan kepada petahana Presiden Joko Widodo.

Karena beberapa kebijakan Pemerintah dianggap tidak pro buruh, seperti kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, Undang-Undang Tax Amnesty, hingga Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang TKA. (jak)

SUMBER : Indonesiaraya.co.id

Continue Reading

Kliping Publikasi

Prabowo Subianto Minta Pemerintah Tidak Prioritaskan Pekerja Asing

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto mengatakan pemerintah Indonesia seharusnya mengutamakan tenaga kerja dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus mengurangi pengangguran di Tanah Air.

“Bukan kita anti asing, kita butuh tenaga kerja dengan kemampuan asing tapi kita utamakan rakyat kita,” kata Prabowo dalam Seminar Kebangsaan “Akhiri Kerakusan Korporasi Menuju Negara Sejahtera” yang diadakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Gedung Joang 45, Jakarta, Minggu (29/4/2018).

BACA JUGA : Begini Empat Tuntutan Buruh yang Disampaikan Said Iqbal Terkait Perpres Tenaga Kerja Asing

Prabowo mengatakan masih banyak rakyat Indonesia yang belum memiliki pekerjaan yang layak. Untuk itu, kesempatan kerja harus diberikan secara luas bagi warga Indonesia.

Presiden KSPI Said Iqbal menilai Perpres ini menambah kendala masyarakat mendapatkan pekerjaan di negerinya sendiri

“Rakyat kita banyak belum mempunyai pekerjaan yang baik dan layak. Karena itu, perempuan kita terpaksa jadi pembantu di negara-negara lain, mereka meninggalkan suami, anak dan keluarga untuk mengirim uang ke kampungnya. Masak demikian kita izinkan tenaga kerja asing masuk,” ujarnya.

Prabowo mengatakan negara Indonesia memang harus bersahabat dengan negara asing namun harus juga menjaga kepentingan dan kesejahteraan segenap rakyat Indonesia serta waspada agar kekayaan alam tidak dieksploitasi bangsa lain.

Menurut dia, rakyat Indonesia harus dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memenuhi pekerjaan-pekerjaan dengan keahlian yang dibutuhkan untuk membangun bangsa. Dengan demikian, negara Indonesia dapat menggunakan sumber daya manusia dalam negeri untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang terampil.

“Kalau rakyat kita tidak mampu kewajiban kita pemimin negara Indonesia untuk membuat rakyat kita mampu. Kalau rakyat tidak pintar kewajiban pemimpin negara ini untuk membuat rakyat pintar,” ujarnya.

KSPI akan menyuarakan salah satunya pencabutan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur mengenai Tenaga Kerja Asing (TKA) pada peringatan hari buruh internasional 1 Mei 2018.

Sementara itu, Presiden KSPI Said Iqbal menilai Perpres ini bisa menambah kendala masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di negerinya sendiri.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menilai isu mengenai tenaga kerja asing terlalu dipolitisasi dan terlalu dibesar-besarkan.

“Ini kan terlalu dipolitisasi, sudah ada rapat kerja dengan Komisi IX DPR ya kemarin tentang itu, sudah dijelaskan oleh Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara Pratikno). Jadi saya kira kalau soal tenaga kerja asing itu sengaja disebar dan dibesar-besarkan,” kata Yasonna usai menghadiri acara Hari Bakti Kemasyarakatan ke-54 di Gedung Ditjen Pemasyarakatan, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing diterbitkan supaya proses penanganan tenaga kerja asing lebih cepat dan transparan. (mar)

SUMBER : Indonesiaraya.co.id

Continue Reading

Trending